From Ncangga to Australia

 

 

Suara gemuruh deburan ombak samudra Indonesia terhempas menerjang pantai menghantar para peselancar diujung buih ombak setinggi empat meter meliuk-liuk sambil menikmati sensasi ombak, butiran pasir yang putih semakin menambah daya tarik pantai lakey…Berawal dari ketertarikan inilah Haeril Anwar memberanikan diri untuk berbicara dengan para touris, semula bahasa yang digunakan adalah bahasa tarzan karena lelaki kelahiran 17 Agustus 1993 ini tidak bisa berbahasa Inggeris, tourist-tourist yang di ajak bicara meladeninya dengan senang hati.

Pada awalnya lelaki yang berselancar sejak umur 7 tahun ini, selalu menunjukan perhatiannya pada para peselancar, kadang-kadang Haeril mengelus-elus papan selancar, “kok bisa ya papan ini menahan beban peselancar yang besar-besar’” begitu gumannya dalam hati..

Seiring berjalannya waktu, kemampuan bahasa Inggeris anak terakhir dari 12 bersaudara ini semakin baik. Dia tidak canggung lagi menggunakan bahasa Inggeris dengan tourist yang ada di lakey dan bahkan mendapatkan pinjaman papan selancar dari mereka yang dia kenal..

Keberanian berbicara dengan tourist menggunakan bahasa tarzan membuat Haeril termotivasi untuk mempelajari kata demi kata dalam bahasa inggeris dan mencoba menggunakannya..” hi How are you”, What your name, my name is…” itulah cuplikan kata-kata yang digunakan oleh Haeril

Dengan modal papan selancar pinjaman, merupakan langkah awal anak yang sering jatuh dari sepedanya ini untuk memulai latihan selancar, dia berselancar di laut pinggir pantai dengan ketinggian gelombang antara 0.5 meter s.d 01 meter. Ketekunannya berlatih membuat kulit anak yang dikenal manja pada orang tuanya semakin hitam dan rambutnya agak coklat kekuningan-kuningan. Perubahan-perubahan fisik tersebut tidak membuat surut niatnya untuk terus berlatih selancar. Seperti biasa setelah usai jam sekolah dengan ditemani sepeda tuanya Haeril kembali megayuh sepedanya ke pantai lakey untuk mewujudkan mimpi dan harapannya bisa berselancar.

Buah ketekunan anak yang lebih dikenal dengan sebutan Oney Anwar ini, mulai dikenal dikalangan peselancar sebagai peselancar cilik yang gerakannya bisa meliuk-liuk di bawah gulungan ombak., menari di atas ombak setinggi 4 meter dan membuat gerakan-gerakan indah lainnya.

Pucuk dicinta ulampun tiba, kemampuan lelaki hitam manis ini membuat salah satu sponsor untuk peselancar berbakat Rip curl tertarik mensposnsori Oney untuk kegiatan olah raga selancar. Anak pasangan Hamzah Sahrir dengan Ibu Jaenab ini sejak kecil memang sudah bertekad untuk menjadi yang terbaik dan bisa membantu kehidupan keluarganya. “ Anak ini memang sejak kecil sudah memiliki pemikiran seperti orang dewasa”, begitu Pak Hamzah mengatakan tentang anaknya. Haeril sangat prihatin dengan kondisi kehidupan keluarganya yang serba pas-pasan dengan jumlah saudara sebanyak 11 orang. Situasi inilah yang membuat lelaki ganteng ini termotivasi untuk menjadi yang terbaik bagi keluarganya.

Haeril sudah sering kali mengikuti kejuaraan, tercatat enam kali mengikuti event-event international di Amerika, Australia dan Jepang pada tahun 2008 dengan posisi tidak pernah keluar dari 3 besar.

Tropy-tropy yang didapatkan menjadi kebanggaan kabupaten Dompu, salah satunya terpampang di Pendopo Bupati.

Sudah dua tahun terakhir anak dari Dusun Ncangga, Desa Hu’u Kab Dompu NTB ini, bermukim dan bersekolah di Australia. Di Negara tersebut Oney Anwar mendapat beasiswa dari Rip curl, setiap 4 bulan sekali lelaki dengan bobot 50 kg ini diberi kesempatan untuk menjenguk keluarga di Tanah Air.  

Sekilas Oney kecil yang pernah dapat beasiswa dari Plan tidak beda dengan sekarang ; Kesadarannya akan pentingnya pendidikan menjadi syarat mutlak sebagai peselancar professional, “Seorang peselancar tidak boleh goblok, karena kalau goblok maka dia tidak akan berkembang”,  tuturnya mengakhiri perbincangan.

 

 

 

–oOo–

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pemberdayaan. Tandai permalink.

4 Balasan ke From Ncangga to Australia

  1. rhakateza berkata:

    Kisah yang inspiratif dari dompu…
    terima kasih telah berbagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s